Rabu, 19 Desember 2012

Peranan Pancasila Dalam Pendidikan

Dalam Suatu pendidikan tidak lepas dari yang namanya mendewasakan manusia. Dimana manusia (anak) tersebut diharapkan menjadi pribadi yang memiliki norma serta pengetahuan agar mampu menghadapi dunia yang senantiasa berubah.
Disini kita akan membahas mengenai peranan pancasila dalam pendidikan. Pancasila merupakan dasar bagi bangsa Indonesia dalam menata kehidupannya termasuk di dalamnya menata pendidikan. Pancasila merupakan dasar pendidikan nasional sebagaimana tercantuum dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Bab 2 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang bunyinya: Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Jadi pancasila merupakan salah satu dasar pendidikan nasionla di Indonesia. Pancasila juga sebagai dasar pengetahuan yang memiliki nilai-nilai serta norma-norma yang telah diterima oleh masyarakat sebagai bentuk kepribadian bangsa Indonesia.
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dari sila tersebut kita diajarkan untuk percaya pada satu Tuhan. Dimana seorang umat diajarkan untuk mengurus urusan agamanya masing-masing tanpa mencampuri urusan agama orang lain. Dengan hanya memiliki satu Tuhan, kita sebagai seorang pemeluk agama akan belajar mengenai bagaimana kita beribadah kepada Tuhan kita, tentang sifat-sifatnya. Dengan begitu kita mengetahui apa yang bersumber dari Tuhan kita, sehingga arah tujuan kita akan lebih terarah dengan tetap berpedoman kepada apa yang telah diajarkan oleh figur-figur terdahulu.
Dalam pendidikan pancasila mengajarkan untuk melaksanakan pendidikan yang sesuai dengan petunjuk dari Tuhan. Dimana suatu agama semuanya mengajarkan kebaikan. Semua manusia memiliki pengetauan yang berasal dari Tuhannya. Karena manusia secara lahir telah dianugerahi akal dan budi yang memungkinkan manusia berpengetahuan dan membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.
Sila pertama pancasila tersebut berperan dalam pendidikan yang menjelaskan bahwa Tuhan menurunkan wahyu kepada manusia melalui utusannya, sehingga wahyu tersebut menjadi suatu pengetahuan bagi manusia. Manusia memperoleh kebenaran dan pengetahuan tersebut melalui wahyu yang diberikan Tuhan kepada manusia. Pengetahuan tersebut dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam mendidik seseorang agar menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan-Nya.
Nilai yang terkandung dalam sila pertama ini adalah bahwa Tuhan Maha Esa, Tuhan lah yang paling berkuasa atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, temasuk pendidikan. Sila ini juga mendidik bangsa Indonesia agar taat dan patuh kepada Tuhan sesuai dengan agama yang dianunya.
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila tersebut berperan dalam mengajarkan seorang guru bagaimana cara mendidik manusia dengan rasa kemanusiaan. Mendidik manusia agar menjadi pribadi yang memiliki rasa kemanusiaan. Mendidik dengan rasa kemanusiaan agar tidak hanya mentingkan diiri sendiri, namun peduli dengan orang lain. Karena manusia pada hakikatnya sejajar dengan manusia lain, tak ada golongan yang lebih tinggi dan yang lebih rendah, yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kpada Tuhan.
Dari sisi pengetahuan sila tersebut berperan dalam pemerolehan pengetahuan yang berasal dari diri sendiri yang berasal dari manusia itu sendiri. Seperti pengetahuan mengenai gagasaan-gagasan yang muncul saat perumusan pancasila, yang akhirya menghasilakan pancasila seperti saat ini yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pendidikan. Hubungan sila kedua dengan pengetahuan ini adalah melalui pemikiran yang berasal dari diri sendiri tersebut dapat memberi pengetahuan pada manusia lain yang juga dapat menerima pengetahuan sehingga orang lain tersebut dapat berpikir sendiri sesuai arahan yang telah ada.
3.      Persatuan Indonesia
Dari sila tersebut kita diajarkan untuk bersatu walaupun kita berbeda agama, kebudayaan, ras, suku bangsa dan sebagainya, namun kita tetap sama yaitu warga negara Indonesia yang berpedoman pada pancasila. Walaupun kita berbeda, kita tak sama namun dengan adanya sumpah pemuda, kita memiliki tumpah darah yang sama, bangsa yang sama, dan bahasa yang sama sebagai pemersatu perbedaan diantara kita semua.
Dari segi pendidikan sila tersebut berperan dalam cara pengajaran di sekolah. Salah satu contohnya adalah meskipun setiap sekolah memiliki kewenangan masing-masing dalam proses pembelajaran serta pengelolaan sekolah, namun sekolah harus tetap berpedoman pada kurikulum yang berlaku. Apapun bentuk pembelajarannya, apapun jenis metode yang digunakan, apapun buku materi serta tujuannya, namun sekolah tidak boleh menyeleweng dari kurikulum yang telah ditentukan. Kurikulum yang berisi standar kompetensi serta kompetensi dasar inilah yang mempersatukan dan menyamakan sekolah-sekolah di Indonesia.  
Dari sisi pengetahuan, sila ketiga ini mengajarkan kepada kita arti pentingnya suatu persatuan. Contohnya saja ketika kita dalam suatu perlombaan yang diadakan di sekolah-sekolah saat classs meeting. Kebanyakan lomba-lomba tersebut lebih mengajarkan kita tentang makna dari persatuan. Maka jika kita bersatu, kita akan menjadi lebih kompak dan kuat serta tidak mudah untuk dikalahkan. Pepatah mengatakan, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dari situ kita dapat mengetahui jika kita bersama maka kita tidak akan mudah untuk dikalahkan. Jika kita bersama maka segala sesuatu yang berat pun akan terasa lebih mudah dan ringan.
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini mengajarkan kita untuk berdemokrasi, khususnya untuk bemusyawarah dengan menerima pendapat orang lain. Dalam pendidikan sila ini menjadi acuan dalam pengambilan keputusan. Melalui kesepakatan bersama yang akan menghasilkan mufakat bersama. Seperti contohnya saat di kelas, ketika guru menugaskan muridnya untuk berdemokrasi mengenai suatu permasalahan. Maka melalui tugas ini, anak sudah mulai diajarkan untuk berdemokrasi dengan mengeluarkan pendapat dan menghargai pendapat temannya.
Dari sisi pengetahuan sila ini mengajarkan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui suatu demokrasi seperti yang makna tersurat dari sila tersebut yaitu sila kerakyatan. Melalui demokrasi ini seseorang diajarkan untuk berpendapat dan memperhatikan kesepakatan-kesepakatan yang telah diambil secara bersama.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini berperan dalam suatu pendidikan. Dimana seorang pemimpin harus berlaku adil untuk seluruh anggota dalam pendidikan. Tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.
Dalam pendidikan sila ini berperan dalam pengajaran seperti seprang guru tidak bole membeda-bedakan muridnya. Membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin, si bodoh dan si peintar dan sebagainnya. Seorang guru hendaklah bersikap sama kepada semua muridnya.
Dari segi pengetahuan, sila ini mengajarkan bahwa pengetahuan harus diberikan secara adil kepada orang lain. Tidak membeda-bedakan agar golongan yang belum mampu menyerap ilmu pengetahuan tidak merasa dibeda-bedakan serta memiliki semangat dalam belajar.
Jika dikaji secara keseluruhan sila-sila pancasila, maka pancasila memiliki beberapa peranan dalam pendidikan, diantaranya adalah.
1.      Sebagai dasar dan tujuan pendidikan
Pendidikan erat kaitannya dengan nilai dan norma. Karena hakikat dari pendidikan itu sendiri adalah memanusiakan manusia. Berdasarkan makna dari isi pancasila tersebut, maka semua orang yang terlibat dalam pendidikan memiliki dasar untuk menentukan tujuan, kurikulum, metode pembelajaran, dan sebagainya.
Pancasila sebagai dasar dan tujuan pendidikan ini merupakan dasar pelaksanaan pendidikan nasional Indonesia. Melalui pancasila yang tidak mungkin berlangsung tanpa arah dan tujuan menjadi lebih terarah.
Tujuan pendidikan di Indonesia yang sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdasakan kehidupan bangsa. Namun cerdas tersebut bukan hanya cerdas dari segi intelektual saja, namun juga cerdas akal budi pekerti sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku serta cerdas dalam bersikap.
Di sinilah pancasila berperan dalam menciptakan rakyat Indonesia yang tidak hanya cerdas dalam segi intelektual saja, manun melalui pancasila ini seseorang diajarkan mengenai nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian mereka sehingga mereka cerdas dalam bersikap. Dengan adanya pancasila ini diharapkan mampu menciptakan pribadi yang taat kepada Tuhannya, memilki rasa kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta mampu berlaku adil kepada semua makhluk ciptaan Tuhan.
2.      Sebagai dasar kurikulum
Tujuan pendidikan yang hendak dicapai haruslah sesuai dengan kurikulum. Maka dalam pembentukan kurikulum harus berdasarkan pancasila agar tujuan umum pendidikan nasional Indonesia mampu tecapai. Berdasarkan pancasila tujuan yang hendak pendidikan yang diinginkan oleh sekolah pun akan lebih terarah.
Kurikulum ini menunjaukkan segala hal yang akan dipelajari untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya, untuk itu pembentukan kurikulum disesuaikan dengan tujuan nasional Indonesia agar tujuan pendidikan purn dapat tercapai sebagaimana mestinya. ,ala berdasarka kurikulum harus sesuai pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

0 komentar:

Poskan Komentar